TEGALWARU – Semangat memberikan pelayanan administrasi kependudukan yang prima melampaui hambatan geografis. Tim Disdukcapil kembali hadir melalui inovasi Ceria (Cetak Rekam KIA dan Aktivasi) yang kali ini menyisir wilayah terpencil di Kecamatan Tegalwaru, tepatnya di SD Pasanggrahan, Kamis (7/5).
Terletak tepat di kaki Gunung Parang, sekolah ini menyuguhkan pemandangan alam yang memanjakan mata. Namun, di balik keindahan tebing-tebing batu yang menjulang, tersimpan tantangan nyata bagi petugas lapangan: blank spot sinyal.
Meski antusiasme siswa dan guru sangat tinggi untuk mendapatkan Kartu Identitas Anak (KIA) dan melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), kendala teknis sempat membayangi. Lemahnya sinyal internet di lokasi membuat proses pencetakan kartu di tempat tidak dapat dilakukan secara maksimal.
"Pemandangannya luar biasa indah, tapi memang tantangannya adalah konektivitas. Untuk menjaga kualitas pelayanan dan memastikan data terkirim dengan aman, kami mengambil langkah taktis," ujar salah satu petugas di lapangan.
Agar pelayanan tetap berjalan dan anak-anak tetap mendapatkan hak identitasnya, tim memutuskan untuk melakukan perekaman data di lokasi sekolah, namun proses pencetakan dialihkan ke Kantor Kecamatan Tegalwaru. Strategi ini diambil agar target penyelesaian dokumen tetap tercapai tepat waktu tanpa mengurangi akurasi data.
Kegiatan jemput bola ini dipantau langsung oleh Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk, Sri Budiarti. Kehadirannya di tengah-tengah siswa dan guru di kaki Gunung Parang memberikan motivasi tersendiri bagi tim teknis yang bertugas.
Fokus Utama Kegiatan:
Perekaman KIA: Memastikan seluruh siswa SD Pasanggrahan memiliki identitas resmi.
Aktivasi IKD: Membantu para guru dan orang tua murid masuk ke ekosistem kependudukan digital.
Validasi Data: Memperbaiki data kependudukan yang mungkin masih belum sinkron.
Sri Budiarti menegaskan bahwa jarak dan kendala sinyal bukan alasan untuk berhenti melayani. "Pelayanan Ceria ini adalah bentuk kehadiran negara. Meski berada di kaki gunung dengan akses sinyal yang sulit, hak anak-anak kita di SD Pasanggrahan untuk memiliki dokumen kependudukan harus tetap terpenuhi," pungkasnya.